Tujuan hidup. Ahh .. apa sih tujuan hidupmu? Pertanyaan itu yang selalu saya tanyakan kepada diri sendiri. Sukses dalam karir pekerjaan, hidup mapan berkecukupan dan tentu saja … ehemm .. membentuk sebuah keluarga yang bahagia. Dan untuk mewujudkan semua itu saya harus berusaha semampunya, sekuat tenaga yang saya miliki. Yeaahh! Salam super!!!
Tidak mudah. Memang tidak mudah. Siapa juga yang bilang mudah?
Di tengah tengah perjuangan mewujudkan tujuan hidup itu banyak dijumpai rintangan yang menyebabkan saya harus tersungkur dalam rasa kecewa, marah, jengkel, dendam … putus asa dan sedih … tak jarang hati saya menangis dan diam diam menitikkan air mata.
Akhir akhir ini saya mulai ‘kehilangan arah’ dalam ber-blogging.
Dulu ketika memulai UNTARA.COM saya hanya ingin agar blog ini membahas topik yang berbau ‘Techie and Money’ dalam rangka mewujudkan gerakan Blogger Matre .. dikit dikit cara dapat duit online … dikit dikit bisnis online … dikit dikit monetize … bla bla pokoknya ujung ujungnya duit
, salah satu jejaknya masih bisa terlihat – contoh: ruang iklan yang ada di sebelah.
Tapi yang terjadi sekarang adalah gaya penulisan saya mulai rada rada menyerempet ke topik yang berbau ‘Mind, Body & Soul’, tulisan tulisan bernuansa ‘pencarian’ pun mulai bermunculan di blog ini. Sepertinya saya sudah mulai lelah dengan ‘duit di sana duit di sini’
Apakah ada yang salah dengan itu?
Apakah tidak boleh menulis sebuah posting yang penuh dengan ‘kata kata bersayap’?
Apakah haram hukumnya untuk menulis sesuatu tentang suasana hati? menulis sesuatu tentang sebuah perenungan? menulis sesuatu tentang usaha ‘menghidupkan jiwa yang telah lama mati’?
…. Jika flashback dan meruntut kembali ke masa lalu sebelum adanya teknologi blog saya kan sudah sangat ‘familiar’ dengan hal hal yang beginian?
So dipikir pikir gak ada salahnya saya sedikit berbagi tentang usaha mencari ‘jalan pulang’ ini
Lalu apa masalahnya?
Sebenarnya gak ada masalah koq … di sini saya hanya ingin ‘permisi’ saja! Gubraacks!!
Ada sebuah kejadian menarik hari ini yang membuat saya berusaha mengingat kembali ‘nilai nilai kehidupan’ yang telah saya lupakan. Kejadian ini berlangsung dalam sebuah antrian padat merayap meja kasir sebuah toko swalayan dekat rumah ketika saya sedang membeli sebungkus ‘racun’ untuk mengisi paru paru dan aliran darah ini (doh!).
Ceritanya saya mendadak merasa ‘bete’ dengan kesigapan si mbak kasir menghitung barang belanjaan seorang ibu yang lumayan banyak.
“Menghitung begitu saja koq lambat banget, kan tinggal scan di mesin barcode … grrr … grrrr .. bikin macet saja … grrrrr” sudah begitu ternyata si ibu pembeli tidak konsisten dengan daftar belanjaannya .. ada beberapa yang tidak jadi di beli dan memutuskan menggantinya dengan barang lain …..
Uhh .. saya jengkel untuk sebuah alasan dan kejadian yang begitu sepele, ini mungkin gara gara kurang tidur karena setia mengikuti perkembangan ‘terror biadab’ yang telah terjadi di Jakarta plus gara gara hari ini harus dua kali bolak balik ke kantor karena mendapatkan panggilan mendadak. Panggilan mendadak dari kantor sama dengan ‘masalah’ yang tidak bisa menunggu dan bagaimanapun juga harus diselesaikan … walau hari ini adalah hari libur.
*Gerutu … gerutu … gerutu*
Tiba tiba …
Ceritanya saya baru saja ‘memaksa’ seorang teman untuk menjual sebuah buku yang baru saja dibelinya, untungnya teman saya ini tanpa berpikir panjang dan dengan sangat suka cita memberikan buku itu kepada saya – tentu saja dia harus bersuka cita karena saya memaksanya untuk melepas buku itu dengan harga ‘lebih’ yang telah dia bayarkan di toko buku
“Kenapa tidak berangkat ke toko buku dan membelinya sendiri?” mungkin itu yang akan anda tanyakan.
“Karena saya belum sempat untuk berkunjung ke toko buku” itu jawaban sederhana saya, sebagai seorang businessman yang sangat profesional (ciehh!), saya tentu akan dengan sangat sukarela mengeluarkan sejumlah uang + tips untuk teman saya yang sudah bersusah payah ke toko buku.
Buku 99 halaman itu berjudul “Tuhan, Inilah Proposal Hidup Saya” ditulis oleh Jamil Azzaini, seorang penulis yang tidak saya kenal (saya memang kuper?), diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.
Upgrading Wordpress 2.8 to Wordpress 2.8.1 is completed
Checking Wordpress Integrity is done. Running fully 100% No Errors Detected

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS
Last 50 Posts
Back
Back
Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 