11 Jul 2009 @ 5:50 AM 

proposalCeritanya saya baru saja ‘memaksa’ seorang teman untuk menjual sebuah buku yang baru saja dibelinya, untungnya teman saya ini tanpa berpikir panjang dan dengan sangat suka cita memberikan buku itu kepada saya – tentu saja dia harus bersuka cita karena saya memaksanya untuk melepas buku itu dengan harga ‘lebih’ yang telah dia bayarkan di toko buku :P

“Kenapa tidak berangkat ke toko buku dan membelinya sendiri?” mungkin itu yang akan anda tanyakan.

“Karena saya belum sempat untuk berkunjung ke toko buku” itu jawaban sederhana saya, sebagai seorang businessman yang sangat profesional (ciehh!), saya tentu akan dengan sangat sukarela mengeluarkan sejumlah uang + tips untuk teman saya yang sudah bersusah payah ke toko buku.

Buku 99 halaman itu berjudul “Tuhan, Inilah Proposal Hidup Saya” ditulis oleh Jamil Azzaini, seorang penulis yang tidak saya kenal (saya memang kuper?), diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.

Apa yang membuat saya tertarik dengan buku ini?

Pertama tentu saja dengan salah satu kata kunci yang ada pada judulnya – Proposal. Ketika kita hendak mengajukan sebuah penawaran kerja sama bisnis dengan orang lain atau dengan sebuah perusahaan lain, tentu kita akan memberikan semacam informasi  yang ‘mengunggulkan’ kelebihan kelebihan yang ada pada diri kita untuk ditawarkan, proposal ini kita desain sedemikian rupa supaya sang calon partner mau ‘melirik’ dan membacanya … hasil akhir tentu saja kemudian sang calon partner setuju dengan apa yang kita tawarkan dan sebuah perjanjian kerja sama – simbiosis mutualisme – yang saling menguntungkan ditandatangani – Approved!!

Dengan jelinya sang penulis juga mengambil kata kunci – Tuhan. “Busyeet!! Mengajukan sebuah proposal kepada Tuhan” Adalah sebuah hal yang tidak pernah terpikirkan oleh saya selama ini.

—-

Seperti kebanyakan orang, saya adalah orang yang selalu berputar putar dengan hidup dan impian saya sendiri. Ada sebagian dari impian yang bisa terwujud dengan sukses, tapi ada juga sebagian impian yang tidak bisa terwujud. Mengapa?

Saya lupa bahwa sebenarnya ada Partner Bisnis utama dalam ‘berbisnis kehidupan’ ini,  .. partner bisnis ini adalah siapa lagi jika bukan sang Causa Prima – TUHAN.

Saya berdoa “ .. Tuhan, jadikanlah saya orang yang sukses … ” dan sekarang saya tahu mengapa permintaan saya ini masih saja dalam status ‘PENDING’, ini karena saya masih belum jelas menentukan rencana dan belum maksimal dalam berusaha untuk mewujudkan setiap keinginan saya, jadi toh wajar saja jika kemudian TUHAN menjawab

” … Permintaanmu SAYA pending dulu, … SAYA belum melihat adanya usaha maksimal dari dirimu untuk mendapatkan tandatangan persetujuan dari SAYA. Tolong di revisi lagi permintaanmu ini …  “ Glek!

Jawaban dari TUHAN ini mengharuskan saya harus menata ulang setiap rencana saya, menentukan langkah langkah yang harus diambil dan tentu saja kemudian melakukan setiap setiap langkah tersebut dengan segenap hati.

Setelah itu saya berharap dalam pertemuan selanjutnya TUHAN akan tersenyum ketika membaca proposal hidup saya dan kemudian mengatakan “ OK! Your proposal is approved!

Posted By: Untara
Last Edit: 11 Jul 2009 @ 05:50 AM

EmailPermalink
Tags


 

Responses to this post » (4 Total)

 
  1. rigih says:

    lam kenal ya…
    tukeran link boleh?

  2. rigih says:

    stop dreaming start action [bukan kontes lho...]

  3. let’s prepeare for the next journey,
    start now, do it now

Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


 Last 50 Posts
Change Theme...
  • Users » 2
  • Posts/Pages » 78
  • Comments » 218
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

Prologue



    No Child Pages.

Link Directory



    No Child Pages.