Saya tersentak ketika membaca apa yang ditulis oleh Ustadz Abu Sangkan dalam bukunya “Pelatihan Shalat Khusyu’ – Shalat Sebagai Meditasi Tertinggi Dalam Islam“
“… jiwa (ruh) yang diturunkan oleh kepada tanah yang diberi rupa adalah berasal dari tiupan Ilahi yang suci, yang membawa misi memelihara serta mengendalikan bumi (khalifah). Entah bagaimana mulanya, kesadaran diri jatuh ke dalam lumpur tanah sehingga ruh suci itu tampak gelap dan tidak bersinar. Ia tidak mampu mengendalikan gerakan gerakan alamiah tubuhnya. Tubuhnya seolah olah tanpa tuan dan pengetahuan … “ (halaman 9)
Sahabat sesama muslim, ijinkan saya memohon kepada anda semua untuk membaca ayat ayat dari dua surah yang ada di bawah ini.
Setelah itu marilah kita bertanya kepada diri masing masing, di mana letak kedudukan keimanan dan taqwa kita kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’alaa, termasuk golongan kaum berimankah kita? Ataukah selama ini kita termasuk golongan kaum munafik?
Ramadhan telah berlalu, adakah engkau merasakan sesuatu yang lain dari biasanya? Adakah engkau saat ini merasakan mengapa desakan dan bujuk rayu duniamu kembali terasa menyesakkan?
Tiba tiba saja engkau kembali merasa berat untuk berdiri menegakkan shalat, tiba tiba saja engkau kembali merasa enggan untuk menghidupkan malam malammu dengan qiyamul lail, tiba tiba saja kembali kaku lidahmu untuk membaca Kalamullah dan Dzikrullaah.

Yaa ALLAH, Ramadhan pergi meninggalkan kami!
Tapi mohon tinggalkanlah jejaknya di dalam hati kami, tinggalkan bekas semerbak harumnya dalam sujud panjang kami kepada MU, tinggalkanlah sejuk dan dinginnya aliran airmata di dalam setiap doa doa kami.
Jadikan malam malam Ramadhan yang telah berlalu sebagi titik balik dalam kehidupan kami untuk menjadikan ENGKAU sebagai tujuan hidup sejati, beri kemudahan kepada kami untuk menjadi Ruhbanul Lail .. mereka yang mengharap ridha dan cinta MU, agar tidak lagi kami menjadi para pesolek dunia …

Source: Google Images
Ada yang pernah mengatakan. Karena cinta maka cemburu itu ada. Perasaan takut kehilangan perhatian. Cemas kehilangan kasih sayang dan cinta …..
Uuuh *geregetan mode on*
Karena itu ijinkan aku cemburu kepada-MU
Ijinkan dadaku sesak melihat mereka yang berlutut dan bersujud lama di hadapan-MU, Aku takut ENGKAU tidak memperhatikan aku
Ijinkan iri bersemayam di dalam hatiku ketika mendengar mereka yang dengan merdunya mendendangkan kata kata suci MU, Sungguh aku cemas ENGKAU akan lebih mengagumi mereka daripada aku.
Ijinkan aku cemburu kepada-MU Yaa ALLAH. Agar bersama mereka, aku mau melakukan apa saja yang ENGKAU sukai untuk merebut perhatian-MU.
Ijinkan aku cemburu kepada-MU Yaa Rahiim. Agar aku bisa tetap berdesak desakan dengan mereka untuk menggapai Cinta dan Ridha-MU
…..
Duh ALLAH … adakah ENGKAU tersenyum mendengar celoteh konyolku ini?

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS
Last 50 Posts
Back
Back
Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 