Sahabat sesama muslim, ijinkan saya memohon kepada anda semua untuk membaca ayat ayat dari dua surah yang ada di bawah ini.
Setelah itu marilah kita bertanya kepada diri masing masing, di mana letak kedudukan keimanan dan taqwa kita kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’alaa, termasuk golongan kaum berimankah kita? Ataukah selama ini kita termasuk golongan kaum munafik?
Sungguh beruntung orang-orang beriman, yang di dalam shalatnya dilakukan dengan rasa khusyu’. (QS Al Mukminun 1-2).
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah juga akan membalas atas tipuannya tersebut. Mereka itu apabila melaksanakan shalat dilakukan dengan perasaan malas, dan mereka tidak serius didalam mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja. (QS An Nisaa’ 142)
Sekarang marilah kita bertanya pada diri sendiri, melihat dari bagaimana cara kita melakukan ibadah shalat …. adakah ibadah shalat yang telah kita lakukan seperti yang digambarkan di ayat pertama?
Ataukah malah seperti yang digambarkan pada surah kedua – shalat yang malas malasan hanya untuk sekedar gugur kewajiban, shalat shubuh hangus karena matahari telah keluar dari peraduannya, shalat dzuhur dikerjakan mepet waktu ashar, shalat ashar dikerjakan kurang tigapuluh menit dari waktu shalat maghrib, shalat maghrib dan isya’ hilang entah kemana karena keasyikan menikmati gemerlap malam dunia. Astaghfirullaah, Naudzu Billaahi Min Dzalik!
Kita semua mungkin telah lupa, bahwa shalat adalah salah satu tiangnya agama. Mereka yang melupakan shalat adalah mereka yang menghancurkan agamanya sendiri. Mereka yang ‘ bermain main’ dengan shalatnya adalah mereka yang mempermainkan agama, menjadikan agamanya sebagai bahan olok olok dan candaan.
Ibadah shalat adalah amalan ibadah yang akan dihisab pertama kali di Yaumil Akhir, jika baik ibadah shalatnya maka akan baik pula amalan amalan lainnya.
Ah, sungguh celakanya! Banyak di antara kita yang shalat, tapi ibadah shalat itu hanya berlalu saja tanpa bekas dalam kehidupan sehari hari, shalat kita hanyalah ‘ritual jasmani’ agar kita tetap dianggap sebagai seorang yang berserah diri. Setelah shalat selesai, masih tetap juga maksiat kita berjalan, masih tetap juga menyakiti perasaan orang lain, masih tetap saja kita berebut sesuatu yang bukan menjadi hak kita. Astaghfirullaah!
Sungguh beruntung mereka yang baik amalan ibadah shalatnya, karena mereka akan langsung dipertemukan dengan TUHAN nya yang telah menunggu dengan penuh kerinduan. Duh ALLAH, tidak akan pernah terbayangkan oleh kami bagaimana cara MU menyambut mereka yang mendapat ridha dan cinta MU. Tidak akan pernah terbayang oleh kami bagaimana mesranya ENGKAU dan Al Ridwan mengucapkan salam atas kedatangan mereka. Masukkan kami dalam golongan mereka Yaa ALLAH!
Sebaliknya, sungguh tidak beruntungnya mereka yang tidak baik amalan shalatnya, mereka yang lalai, mereka yang hanya ’sekedar’ shalat sehingga bekas bekas ruku’ dan sujud mereka tidak terbawa dalam kehidupan sehari hari. Duh, Yang Maha Penyayang. Tidak akan pernah terbayang oleh kami bagaimana cara MU nanti menyambut kedatangan mereka, tidak akan pernah terbayang oleh kami bagaimana tatapan tajam para Zabaniyah yang sudah tidak sabar untuk bermain main dengan rantai belenggu yang telah disiapkan. Yaa ALLAH Yang Maha Pengampun, Demi Kasih Sayang MU, tolonglah kami agar tidak masuk ke dalam golongan ini!
SHALATLAH DENGAN KHUSYU’
Kita semua tentu ingin menjadi orang yang beruntung di hadapan ALLAH. Untuk itu tentu kita ingin agar setiap shalat yang didirikan selalu dalam keadaan khusyu’.
Khusyu’? Apa itu Khusyu’? Bagaimana rasanya Khusyu’? Mereka yang ingin memperbaiki kualitas ibadah shalatnya tentu akan mempertanyakannya berulang ulang. Mereka yang tidak ingin disebut sebagai kaum munafik, tidak ingin disebut sebagai penghancur tiang agama tentu akan berusaha sekuat tenaga untuk belajar mendalami arti Khusyu.
Segala Pujian Hanya Untuk ALLAH yang telah menurunkan ilham dan ilmu pengetahuan kepada beberapa orang untuk bisa mempelajari Khusyu’, Semoga ridha dan cinta ALLAH untuk orang orang tersebut yang mau mengajarkan kepada orang lain tentang ilmu Khusyu’ yang telah diperolehnya.
Saat ini telah banyak sekali bahan pembelajaran yang mengajarkan tentang itu. Baik yang bisa dibeli di toko buku atau diambil gratis melalui teknologi Internet.
Sungguh, sebenarnya ALLAH telah memberikan kemudahan bagi siapa saja yang benar benar ingin meningkat kualitas hidupnya melalui jalan beribadah kepada NYA.
Salah satu bahan pembelajaran yang dikemas dalam format digital atau eBook bisa ditemukan di Internet. Ditulis oleh seorang anak bangsa Indonesia seorang hamba ALLAH, sebuah file dalam format PDF berjudul “Shalat Khusyu’ Itu Mudah” bisa ditemukan di sebuah situs yang beralamatkan www.shalatcenter.com
Penulis eBook menuliskan bahwa untuk Khusyu’ dalam shalat bisa didapatkan oleh siapa saja, tidak peduli dengan masa lalunya, apa dan siapa dia, apakah dia seorang ahli agama ataukah hanya orang awam. Hanya diperlukan sikap ikhlas untuk menerima ilmu dan keinginan kuat untuk latihan … belajar dan terus belajar .. maka setiap orang Insya ALLAH bisa menjadi Khusyu’ dalam shalatnya.
eBook ini bisa didownload secara gratis, disebarluaskan atas dasar semangat untuk saling tolong menolong dan saling menasehati dalam kebaikan. Insya ALLAH, ilmu yang ada di dalam eBook tersebut bisa menambah wawasan kita agar bisa memperoleh tingkatan shalat yang khusyu’
Silahkan anda kunjungi www.shalatcenter.com, di bagian kanan situs akan anda temukan link download file eBook tersebut.
Semoga posting ini berguna sebagai pengingat bagi kita semua. Dan semoga ALLAH memasukkan kita ke dalam golongan orang orang yang beruntung.
—
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya ALLAH beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah 153)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-NYA. (QS Al Baqarah 45-46).
Tidak AKU ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-KU, AKU tidak mengendaki rizki sedikitpun dari mereka dan AKU tidak mengendaki supaya mereka memberi makan pada-KU, Sesungguhnya ALLAH Dialah Yang Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan Lagi Maha Sangat Kuat” (QS Adz Dzariat 56-58)
Images Source: Google Images
eCover created by UNTARA.COM for public domain properties

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS
Last 50 Posts
Back
Back
Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 
marilah sholat dengan khusyu’
Iwan Junifanto’s last publication …. Menuju Ramadhan
@Iwan Junifanto, hayuk kang! Di mulai dengan saling mengingatkan ya …
Untara’s last publication …. Pendekar Ramadhan