Saya tersentak ketika membaca apa yang ditulis oleh Ustadz Abu Sangkan dalam bukunya “Pelatihan Shalat Khusyu’ – Shalat Sebagai Meditasi Tertinggi Dalam Islam“
“… jiwa (ruh) yang diturunkan oleh kepada tanah yang diberi rupa adalah berasal dari tiupan Ilahi yang suci, yang membawa misi memelihara serta mengendalikan bumi (khalifah). Entah bagaimana mulanya, kesadaran diri jatuh ke dalam lumpur tanah sehingga ruh suci itu tampak gelap dan tidak bersinar. Ia tidak mampu mengendalikan gerakan gerakan alamiah tubuhnya. Tubuhnya seolah olah tanpa tuan dan pengetahuan … “ (halaman 9)
Tiba tiba ingatan ini melayang ke masa lalu, ke sebuah rumah sederhana di pinggiran kota Surabaya. Ketika sekumpulan anak muda berpakaian hitam hitam duduk bersila melingkar mendengarkan sang guru yang sedang ‘mengisi’ tubuh lelah kami dengan ‘ilmu tahu diri’ setelah cukup lama malam itu kami berlatih ‘ilmu bela diri’. Tertunduk pandangan kami ketika sang guru menceritakan siapa dan apa sebenarnya kami, siapa dan apa sebenarnya seluruh manusia .. sebelum ALLAH memutuskan untuk ‘mengirim’ nya menjalani kehidupan di dunia ini. Mengharu biru sesak dada dan hati kami, berdetak kencang jantung kami ketika suara lembut guru kami menghujam, mengingatkan ikrar ‘yang dulu’ telah kita semua ucapkan sendiri di hadapan ALLAH.
“Dan [ingatlah], ketika TUHANmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan ALLAH mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka [seraya berfirman]: ‘Bukankah AKU ini TUHANmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul [ENGKAU TUHAN kami], kami menjadi saksi’ ……. “ (Quran: Al A’raaf – 172)
………………
Astagfirullaah! Yaa ALLAH kami telah lupa bahwa kami semua adalah jiwa berasal dari ruh suci yang ENGKAU tiupkan sendiri ke dalam tubuh ini, ke dalam sekumpulan tulang, daging dan darah ini. Jiwa kami telah lengah dengan membiarkan hawa nafsu menguasai tubuh ini, kami biarkan dan turutkan hawa nafsu untuk mengejar janji janji dunia, telah kami mudahkan dia menggerakkan tubuh ini untuk untuk melakukan semua kegiatan yang tidak ENGKAU sukai ….. bahkan kami telah tidak peduli dengan membiarkannya menutupi jiwa dari cahayaMU .. tanpa sadar jadilah kami hidup sebagai hawa nafsu itu sendiri, tanpa sadar kami telah melupakanMU, menghilangkanMU dari diri kami ….. kami lupa dengan janji dan kesaksian yang dulu telah kami ucapkan di hadapanMU.
Ijinkan kami Yaa ALLAH … untuk sekali lagi mengangkat sumpah dalam kehidupan dunia, dan berikan kekuatan kepada kami untuk hidup di dalam sumpah ini. Agar kembali kami ke dalam fitrah dasar tauhid! Agar kami bisa mengangkat wajah untuk memandangMU di saat perjumpaan kami denganMU!
Wallaahu! Antallaahu .. Laa Ilaaha Illa Anta …
Demi ALLAH! ENGKAU lah ALLAH, Tidak Ada Tuhan Selain ENGKAU!
….
Ijinkan jiwa kami menjerit …
“ … Biarkan aku berada di sini. Biar kutahan laju angin. Ajarkan aku menyebut namaMU. Ajarkan aku untuk hidup … Tiada TUHAN kecuali ALLAH!! ALLAHU AKBAR .. ALLAH Maha Besar! Ijinkan aku bersujud kepadaMU. Ku agungkan Kebesaran DiriMU … “
Semoga Ridha dan Berkah ALLAH untuk:
Ustadz Abu Sangkan &
ST12 ![]()

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS
Last 50 Posts
Back
Back
Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 