Mengeluh atau berkeluh kesah. Kita semua pasti pernah atau bahkan sering mengeluh, saya pribadi juga pernah (sering .. hahaha) mengeluh. Aktifitas sengaja atau tidak dilakukan ketika menemukan apa yang kita harapkan, atau apa yang kita inginkan tidak berjalan sesuai dengan rencana, entah itu sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan, karir pekerjaan, urusan rumah tangga atau cinta dan lain lain.
Mengapa saya tiba tiba mempublikasikan artikel ini? Tidak lain karena akhir akhir ini saya ‘melihat dan mendengar’ banyak sekali orang mengeluh. Dalam kehidupan sehari hari – baik itu ‘di dunia nyata’ dan juga ‘dunia maya internet’. Tiba tiba saja saya merasa jengah, tiba tiba saja saya merasa muak mendengarkan dan melihat keluhan keluhan baik itu yang terdengar di telinga atau yang terlihat ‘mejeng’ di tembok tembok status update situs social networking seperti facebook dan sebangsanya. Pukulan terberatnya adalah akhirnya saya sadar “mungkin inilah yang dirasakan orang lain ketika mendengar atau melihat keluhan saya …. “
Teringat oleh saya. Dulu pernah membaca sebuah artikel di Internet, kita mengeluh karena merasa tidak mampu – karena merasa menemukan jalan buntu – dalam menghadapi persoalan yang membelit kehidupannya. Mengeluh adalah sebuah pelarian, sebuah pelampiasan ‘hasrat terpendam’, ledakan emosi ketika sebuah keinginan atau cita cita tidak bisa diwujudkan atau didapatkan. Mengeluh adalah sebuah ‘jalan’ untuk mencari pembenaran pribadi atas sebuah situasi yang tidak menyenangkan. Kita menjadi ‘puas dan terhibur’ ketika keluhan telah dilontarkan, tapi sesungguhnya kita tidak sadar bahwa perasaan itu sebenarnya adalah kamuflase dari sebuah ‘bahaya laten emosi’ yang lebih parah lagi.
Dalam berbagai macam buku motivasi diri, seminar pengembangan pribadi dan lain lain telah dijelaskan tentang bahaya mengeluh. Bahaya yang tidak hanya mengancam diri sendiri tapi juga orang lain yang ada di sekitar kita. Dalam bahasa ‘guyonan’, mengeluh itu bisa menular, jika kita bergaul dengan orang yang suka mengeluh, cepat atau lambat kita akan juga terpengaruh menjadi orang yang suka mengeluh.
Bahaya Mengeluh.
Mengeluh hanya membuat diri menjadi apa yang dikeluhkan.
Perilaku kehidupan sehari hari adalah cermin dari pola pikir yang kita miliki. Kita mungkin telah sering mendengar, bahwa yang namanya pola pikir itu bisa ‘diprogram’ sesuai dengan apa yang diinginkan. Pola pikir manusia bagaikan seperangkat komputer yang kita miliki di rumah atau di kantor, bisa berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan karena ada program aplikasi yang telah terinstall di dalamnya, komputer itu bisa dijalankan dan digunakan untuk melakukan hal hal baik sampai dengan hal hal buruk tergantung dari program aplikasi apa saja yang terinstall di dalamnya.Dan siapakah yang ‘menanamkan’ program program aplikasi itu? Tentu anda sendiri.
Para penganut ‘Law Of Attraction’ berlatih membentuk pola pikir dengan menggunakan kata kata atau sugesti positif kepada diri mereka sendiri, dengan harapan kata kata tersebut terpogram dalam pikiran mereka, sehingga kemudian menjadi sebuah ‘gerak refleks’ yang tercermin dalam perilaku kehidupan sehari hari.
Mengeluh adalah identik dengan kata kata negatif. Sadar atau tidak setiap keluhan yang kita lontarkan akan terprogram di dalam pola pikir kita dan kemudian menjadi sebuah bagian program yang akan berjalan di dalam kehidupan sehari hari.
Lagi lagi sama halnya dengan komputer yang anda miliki, setiap program yang berjalan tentu membutuhkan ’system resource’ agar bisa berjalan dengan baik. Sekarang mana yang anda pilih? Program positif ataukah program negatif yang akan menghabiskan resource pola pikir anda?
Mengeluh bisa mempengaruhi orang orang di sekitar anda.
Ada seseorang yang dengan bangganya mengatakan “Saya memiliki seorang sahabat yang setia, dia mau mendengarkan setiap keluhan saya .. ” jika anda mengatakan hal seperti itu, maka saya katakan bahwa anda adalah orang yang egois! Pernahkah anda berpikir alangkah kasihannya sang sahabat, karena dia juga ikut menanggung ‘beban’ anda, setiap dia mendengarkan keluhan anda, secara tidak sadar pola pikirnya juga terbentuk sama dengan apa yang anda keluhkan. Lambat laun anda dan sang sahabat akan menjadi sama .. sama sama suka mengeluh.
Manusia memang tidak bisa hidup sendirian, kita membutuhkan teman, sahabat atau orang lain untuk ‘berbagi’ dalam perjalanan hidup. Alangkah baiknya jika apa yang kita bagi itu adalah semua hal hal positif untuk kemajuan bersama dan bukannya hal hal negatif untuk kemunduran bersama.
—
Masih banyak lagi akibat terlalu banyak mengeluh. Saya bukan seorang self motivator, bukan seorang pakar psikolog .. jadi silahkan anda cari atau bertanya kepada mereka yang lebih memahami tentang ‘emosi’ manusia
Hidup ini memang tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi itu memang telah menjadi ’skenario’ atau hukum dari ALLAH. Kita diberi sesuatu yang tidak menyenangkan agar bisa belajar ‘melihat’ kesalahan apa yang telah kita lakukan sehingga bisa memperbaikinya.
Teman facebook saya, MH Al Anggana melakukan update status di wall
“Mengapa aku jatuh? Agar bisa belajar bangkit, bersabar, lebih tahu arti kesuksesan dan lebih mensyukuri NikmatNYA…”
Yup! Daripada mengeluh dan ‘mengomel’ tidak jelas, lebih baik kita ‘bergerak’ untuk bangkit dan melakukan sesuatu.
Jika tidak mendapatkan promosi dalam karir pekerjaan, berarti ini waktunya ‘melihat’ mengapa bukan kita yang mendapatkan promosi itu, apa kekurangan kita dan segera bergerak maju untuk memperbaiki kekurangan itu. Mengeluh hanya akan membuat diri ini menjadi seperti apa yang dikeluhkan dan semakin membuat orang lain percaya bahwa kita memang tidak pantas mendapatkan promosi itu. Pendapatan atau gaji dirasa terlalu kecil? Bergeraklah mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar
Jika merasa kesepian tidak memiliki teman, ini waktunya untuk bangkit membuat keributan .. eh maksud saya, bangkit untuk kembali menjalin tali silahturahmi yang terputus.
Jika sedang sakit, ini waktunya untuk pergi ke dokter, beli obat dan menjalani hidup sehat. Bukannya malah mengeluh yang tidak akan membawa perubahan.
Jika merasa lapar, bergegaslah ke dapur atau pergilah keluar membeli makanan. Bukannya mengeluh, perut tak akan kenyang dengan mengeluh.
Jika tidak memiliki uang! Bekerjalah mencari uang, cari pinjaman, atau cari barang atau perabot rumah yang bisa ‘disekolahkan’. Uang tidak akan datang hanya dengan mengeluh.
Musim kemarau mengeluh gerah kepanasan, musim hujan mengeluh becek dan banjir. Ah dasar manusia!
Masih tetap ingin mengeluh? Mengeluhlah dalam doa hanya kepada ALLAH, curhatlah kepadaNYA … karena DIA tidak akan pernah merasa keberatan mendengarkan setiap keluhan mahkluk ciptaan-NYA. Memohonlah hanya kepadaNYA … agar diberi kekuatan agar diri bisa mengubah semua yang tidak menyenangkan menjadi menyenangkan. Berbaik Sangkalah kepadaNYA, karena DIA telah mempersiapkan skenario terbaik dalam kehidupan setiap mahkluk ciptaanNYA.
—-
By the way, posting ini baru saja saya update.
2 jam yang lalu seorang teman kantor menghubungi tentang adanya sebuah masalah … dan yang jadi masalah utamanya adalah … Hanya saya dan harus saya sendiri yang memecahkannya .. jika saya berlagak ‘cuek’, masalah ini bisa saja berimbas ke orang banyak.
Seharusnya saya akan langsung mengeluh, paling tidak dengan kata kata sederhana “Dasar apes! Pukul 00.30 pagi .. hujan deras pula .. masa sih harus berangkat ke kantor?”
Tapi tiba tiba saya teringat, karena tanggung jawab pekerjaannya – teman saya ini sejak kemarin belum pulang dari kantor, … apalah artinya ‘pengorbanan’ saya dibandingkan dengan pengorbanannya? Tempat tinggal saya hanya sekian kilometer dari kantor ..
Dan anda tahu apa yang kemudian terjadi? Dengan jas hujan saya ber-nightride menerjang hujan … Dunia ini ternyata luas dan menyenangkan!
Lagi lagi saya teringat sebuah posting lama yang telah di ‘copas’ massal di berbagai blog, entah siapa yang dulu pertama kali mempublikasikannya. Silahkan anda ketik keywords “Sebelum Engkau Mengeluh” di mesin pencari Google .. selamat membaca dan ..
Yuk berhenti mengeluh!

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS
Last 50 Posts
Back
Back
Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 
[...] “Sebelum Engkau Mengeluh …. “ Share and Enjoy: [...]
mengeluh memperlambat segalanya
mungkin dengan mengeluh orang itu merasa bebannya sedikit berkurang? ah apa iya yah? hehehehe
d-Gadget™’s last publication …. Sony Ericsson Vivaz, Penerus Xperia X10
menurut pengalaman malah bikin ’sesak’ perasaan, bos!! hehehe
padahal dengan hanya mengeluh itu tidak menyelesaikan masalahnya..
Caride™’s last publication …. Maksa Banget
manusiawi juga kalo org itu mengeluh, tp mengeluhlah yg proporsional dan tidak terus menerus ..bukan begitu kawan?
salam, ^_^
Didien®’s last publication …. Cita-Cita