16 Feb 2010 @ 2:33 AM 

Nightride, Surabaya 16/02/2010 01.00 AM.

Sosok tubuh itu terbaring di trotoar, pada tikungan jalan di bawah sebuah jembatan layang daerah industri Surabaya. Tiba tiba dada ini terasa sesak, melihat bagaimana sosok tubuh itu berbaring, diletakkannya salah satu tangan menutupi mata .. entah apa yang dia pikirkan dalam tidurnya, hidup di dunia ini tidak begitu bersahabat.

Dalam setiap perjalanan malam sering dijumpai, tubuh tubuh lusuh yang dengan langkah lemah berusaha menyambung hidup, menyusuri hari yang tidak pernah pasti. Mereka para kaum papa, mereka yang tidak punya tempat untuk bernaung ketika panas dan hujan datang menyapa .. mengais sisa sisa makanan untuk menyambung hidup.

“Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara … “

“Negara mana? Negara Indonesia inikah? Sebuah negara di mana mereka para pembohong bisa berbangga dengan kebohongannya, menjadikan kebohongan sebuah kebenaran, menjadikan kebenaran sebagai sebuah kebohongan? Sebuah negara di mana seorang fakir miskin mencuri makanan agar bisa bertahan hidup harus di hukum dalam penjara, sementara mereka yang mencuri dan merampas hak hak rakyat malah bisa bebas berkeliaran bahkan mendapatkan posisi kekuasaan?” Sang suara diam memprotes

“Akankah nanti neraka dipenuhi manusia manusia yang berasal dari Indonesia?”

“Jangan ngawur!!!!” Sang Ego pun berteriak!

“Engkau yang ngawur!!! Tidak engkau melihat orang orang kelaparan di sekitarmu? Tidakkah engkau lihat seorang ibu yang menjual bayi dalam kandungannya karena tidak memiliki uang untuk makan dan biaya melahirkan? Engkau masih bisa makan sekenyang kenyangnya .. bingung memilih menu apa yang akan di makan hari ini .. bersombong diri tentang beraneka macam makanan di meja makanmu … sementara saudara saudaramu di luar sana meringkuk menahan lapar … Tidakkah engkau pernah mendengarkan Rasulullaah Shalallaahu Alaihi Wassalaam berkata “Bukanlah orang yang beriman, orang yang dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya berada di sisinya dalam keadaan kelaparan.” (HR. Bukhari)

“Sekarang jawablah!!! Masihkah engkau merasa yakin telah mencium bau surga?” Suara diam terus mencecar caci maki!

Tiba tiba jalanan menjadi kabur …

“Duhai ALLAH! Ternyata … Akulah orang dengan selemah lemahnya iman!”

Posted By: Untara
Last Edit: 16 Feb 2010 @ 02:33 AM

EmailPermalinkComments (4)
Tags
 09 Feb 2010 @ 1:29 AM 

Sungguh miris hati saya ketika melihat acara di televisi akhir akhir ini, mulai dari acara berita, talkshow debat kusir tentang skandal ‘penggelapan uang’ yang sampai saat ini tidak juga tuntas penyelesaiannya.

Memgapa begitu panjang dan bertele tele kasus ini? Saya ini memang orang bodoh .. tapi semakin lama semakin saya mengerti .. bahwa ada sesuatu yang berusaha disembunyikan, sebuah aib yang berusaha serapat mungkin ditutup tutupi. Ahh!

More »

Posted By: Untara
Last Edit: 09 Feb 2010 @ 01:29 AM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
 01 Jan 2010 @ 12:01 AM 

skieslight Ini Tahun Baru. Kata orang bumi tempat kita berpijak dan hidup ini baru saja menyelesaikan tugasnya mengitari matahari sebagai pusat tata surya, kembali ke posisi semula dan kemudian memulai lagi ‘thawaf’nya. Ah, hanya ALLAH Yang Maha Tahu, telah berapa kali bumi ini melakukan ‘ibadah’ rutinnya itu .. jutaan kali? milyaran kali? Ah, dan hanya ALLAH Yang Maha Berkehendak untuk tiba tiba saja ‘menghentikan’ rutinitas bumi ini.

Ini Tahun Baru. Dan ketika hampir setiap orang di bumi Indonesia ini bersiap siap merayakannya, ALLAH  tiba tiba saja mempublikasikan sebuah kejadian … DIA panggil seorang manusia ciptaannya untuk kembali pulang ke kerajaan-NYA. Abdurrahmaan Wahid atau Gus Dur, sesosok manusia yang dipuji, dikagumi sebagian besar orang dan juga dibenci, dihujat .. dianggap aneh karena pola pikirnya yang kadang susah untuk dipahami. Selamat Jalan Gus! Janji Yang HAQ telah sampai kepadamu .. Semoga ALLAH memberikan ridhaNYA kepadamu, mengampuni semua dosamu di dunia … Amiin!

Ini Tahun Baru. Seharusnya kita bisa mengambil hikmah, seperti halnya bumi yang kembali menjalani rutinitasnya sesuai dengan hukum ALLAH. Seperti halnya Gus Dur yang harus menerima hukum ALLAH untuk berhenti menjalani kehidupannya di bumi ini. Tidak Ada Daya Dan Upaya Kecuali Dengan Izin Dan Pertolongan Dari ALLAH.

Ini Tahun Baru. Ketika hampir semua manusia tidak peduli agama, suku, dan bangsa memilih berhura hura dan pesta pora, meniup terompet, menari nari dan bersorak sorak … dengan bangganya mereka meniru dan memplagiat habis habisan kebudayaan barbar emperium Romawi kuno. Pesta pora bak menyambut kedatangan Centurions dan Praetorians yang baru saja membantai habis warga satu kota jajahan.

Ini Tahun Baru. Aku melihat .. sebagian kecil kelompok orang yang menyendiri dan memisahkan diri dari keramaian. Aku melihat warga Nadhliyin duduk tertunduk membaca Yasiin dan Tahlil, derai urai air mata doa mereka kehilangan seorang pemimpin. Di sisi lain aku melihat, sebagian teman temanku yang baru saja merayakan Natal lebih memilih untuk berkumpul dan berlutut di sekeliling Altar Gereja mereka.  Dan aku tersentak mendengar sesuatu yang telah lama terlupakan … dengung senandung doa pengharapan, isak tangis kesedihan, ratapan muhasabah dan permohonan ampun melayang menembus angkasa .. aku melihat pilar pilar cahaya dari mereka yang menyendiri menjulang ke langit tingkat tujuh … di antara ledakan cahaya kembang api, di antara hingar bingar suara terompet, suara tawa dan tingkah polah bak orang kehilangan akal.

Yaa ALLAH, terima kasih atas petunjuk yang ENGKAU berikan! Sekarang aku mengerti dan memilih untuk bersama mereka yang menyendiri … bersunyi sunyi untuk bertemu denganMU.

Posted By: Untara
Last Edit: 01 Jan 2010 @ 03:46 PM

EmailPermalinkComments (2)
Tags
Categories: Percikan
 17 Dec 2009 @ 7:02 PM 

Muharram telah datang. Satu tahun telah berlalu, meninggalkan jejak dan catatan hidup yang harus dipertanggungjawabkan.

Di depan sana bulan bulan tahun baru telah menanti, lembaran lembaran baru siap di isi .. Semoga ALLAH memberikan kekuatan,  ilham dan petunjuk agar kita semua mampu menorehkan jejak dan catatan hidup … yang semoga kelak membuatNYA tersenyum ….

Muharram telah datang. Di antara doa pengharapan, di antara doa penyesalan dan taubat. Ingatlah mereka, ingatlah mereka yang telah berpegang teguh pada ikrar setia .. Salam atas kalian wahai para syuhada Karbala! Cinta dan Ridha ALLAH untuk kalian ….

Posted By: Untara
Last Edit: 17 Dec 2009 @ 07:02 PM

EmailPermalinkComments (1)
Tags
Categories: Percikan
 03 Nov 2009 @ 12:01 AM 

airmataHari ini, beberapa puluh tahun yang lalu. Di hari Ahad, awal minggu permulaan hari ketika adzan subuh berkumandang, di antar oleh gerimis hujan yang menyejukkan, jiwamu di antarkan untuk menghadapi ujian kehidupan dunia.

Mereka dengan indahnya bercerita “Bukan tangismu yang pertama kali memecah keheningan pagi, engkau bersin .. ya engkau bersin … sehingga semua orang yang membantu perjuangan jihad ibumu berebut mewakili dirimu untuk mengucap ALHAMDULILLAAH, puji dan syukur kepada ALLAH … ”

More »

Posted By: Untara
Last Edit: 04 Nov 2009 @ 07:00 PM

EmailPermalinkComments (2)
Tags

 Last 50 Posts
Change Theme...
  • Users » 2
  • Posts/Pages » 78
  • Comments » 218
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

Prologue



    No Child Pages.

Link Directory



    No Child Pages.