Beberapa waktu lalu salah satu account twitter yang saya follow @the_marketeers melakukan update status yang cukup menggelitik untuk disimak “websites go to hell” diikuti dengan tautan menuju ke sebuah artikel yang berjudul “Do we still need websites?” – sang penulis artikel Pete Blackshaw membahas sebuah fenomena yang sering dibicarakan oleh orang baik dari kalangan bisnis atau orang awam sekalipun – sebuah fenomena yang bernama social networking atau jejaring sosial – sebuah perkembangan teknologi informasi yang sedang mengalami masa puncak kejayaan di Internet saat ini.
Kita semua mengenal Facebook, Twitter dan berbagai macam situs situs serupa yang memungkinkan seseorang untuk saling ‘berhubungan dengan orang lain. Jika dulu situs situs semacam ini hanya dipergunakan sebagai sebuah media untuk mencari ‘teman baru’ atau berkomunikasi dan berhubungan kembali dengan teman lama yang telah terpisah, maka saat ini kita melihat penggunaan situs situs jejaring sosial telah juga merambah ke bidang bisnis. Tidak sedikit kita lihat pengguna situs jejaring sosial – baik itu individu ataupun perusahaan perusahaan – menggunakan berbagai macam fasilitas yang ada dalam situs situs tersebut untuk memasarkan dan menawarkan produk atau jasa yang mereka miliki. Anda tentu paham dengan maksud saya, tak sedikit stream news yang ada di dalam account Facebook atau timeline account twitter kita yang bernuansa ‘iklan’






Komentator & Pingback