CODE NAME: UNTARA

Nooruddien Muhammady – In Business And Everyday Life


Websiteku Rumahku, Jejaring Sosial Tempat Nongkrongku

Tags: , , , , ,

Beberapa waktu lalu salah satu account twitter yang saya follow @the_marketeers melakukan update status yang cukup menggelitik untuk disimak “websites go to hell” diikuti dengan tautan menuju ke sebuah artikel yang berjudul “Do we still need websites?” – sang penulis artikel Pete Blackshaw membahas sebuah fenomena yang sering dibicarakan oleh orang baik dari kalangan bisnis atau orang awam sekalipun – sebuah fenomena yang bernama social networking atau jejaring sosial – sebuah perkembangan teknologi informasi yang sedang mengalami masa puncak kejayaan di Internet saat ini.

Kita semua mengenal Facebook, Twitter dan berbagai macam situs situs serupa yang memungkinkan seseorang untuk saling ‘berhubungan dengan orang lain. Jika dulu situs situs semacam ini hanya dipergunakan sebagai sebuah media untuk mencari ‘teman baru’ atau berkomunikasi dan berhubungan kembali dengan teman lama yang telah terpisah, maka saat ini kita melihat penggunaan situs situs jejaring sosial telah juga merambah ke bidang bisnis. Tidak sedikit kita lihat pengguna situs jejaring sosial – baik itu individu ataupun perusahaan perusahaan – menggunakan berbagai macam fasilitas yang ada dalam situs situs tersebut untuk memasarkan dan menawarkan produk atau jasa yang mereka miliki. Anda tentu paham dengan maksud saya, tak sedikit stream news yang ada di dalam account Facebook atau timeline account twitter kita yang bernuansa ‘iklan’ ;)

Read the rest of this entry »

Social Networking Seleh Kepreh

Tags: , , ,

Ada seseorang update status di wall Facebook “Aduh .. sepertinya mau sakit flu nih! Kepala mulai senut senut, tenggorokan sakit …” dan kemudian teman temannya pun menekan link ‘like’ alias jempol untuk update status tersebut. Ngenes. Ada orang mau sakit koq malah ‘suka’.

Lebih gawat lagi, ada teman update status Facebook “Innalillaahi Wa Innailaihi Rajiuun! Barusan dapat kabar kalau nenek meninggal :( …” dan kemudian puluhan temannya pun memberikan jempol alias ‘sangat menyukai’ kepulangan sang nenek kembali kepada ALLAH. Dan yang lebih PARAHNYA lagi sang teman pun berterima kasih atas jempol jempol yang diberikan (haduh?)

Salahkan siapa? Salahkan Facebook karena tidak peka dengan ‘watak’ para penggunanya? Seharusnya Facebook juga menyediakan link ‘Sympathy’ atau ‘Sorry’ dengan icon :( selain icon jempol yang telah ada. :P

Etika Berbisnis Di Facebook

Tags: , , , , ,

Siapa sih yang tidak tahu facebook? Sebuah situs jaring pertemanan atau social networking yang masih saja ‘heboh’ sampai dengan saat ini, yang bahkan mengalahkan seniornya Friendster (jujur saja, sejak punya account facebook, saya tidak pernah login lagi di Friendster). :D

Seperti yang kita ketahui, alasan seseorang untuk bergabung di Facebook tidak hanya sekedar untuk mencari teman lama dan menjalin kembali tali silahturahmi yang terputus, ada juga yang bergabung untuk mencari teman, baru – bersosialisai entah itu untuk sekedar senang senang atau untuk urusan urusan lain seperti menjalin sebuah business networking misalnya.

Business Networking?

Ya! Bisa kita temukan banyak pelaku binsis yang bergabung di Facebook, dengan tujuan untuk menawarkan jasa atau produk yang mereka miliki. Efektifkah? Mungkin saja ada yang mengatakan mempromosikan sebuah bisnis melalui situs jejaring pertemanan seperti Facebook dan sebangsanya adalah sebuah cara yang efektif atau mungkin saja ada yang mengatakan cara tersebut tidak efektif dan sebagainya.

Tapi di sini saya tidak ingin berbicara tentang efektif atau tidaknya cara pemasaran atau menjalin business networking melalui situs jejaring pertemanan Facebook, yang saya ingin bicarakan adalah mengenai ‘kode etik bisnis’ yang seharusnya diterapkan oleh para pelaku bisnis ketika mereka sedang asyik memasarkan jasa atau produk mereka di situs tersebut.

Silahkan simak ceritanya ….

Read the rest of this entry »

© 2009 CODE NAME: UNTARA. All Rights Reserved.

This blog is powered by Wordpress and Magatheme by Bryan Helmig.